Untitled Document

 
Jum'at, 17 November 2017
 
 
 
 
 
 
.:: Tafsir
Evolusi Tafsir
ISBN : 979-3715-11-1
Ukuran : 13,5 x 20,5 cm
Jenis : Soft Cover
Cetakan : ke-1
Kategori : Tafsir
: Beli

Evolusi Tafsir
Gamal al-Banna

Sebagai kitab suci, al-Qur`an telah dipahami oleh para penafsir dengan berbagai metode dan topik penafsiran. Metode dan topik penafsiran itu tidak pernah berhenti, sejak zaman klasik hingga saat ini.

Buku ini banyak menyoroti penafsiran al-Qur`an yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu—sebut saja nama Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Gamal menganggap mereka kurang kritis dalam memahami dan mengutip kisa-kisah yang mendukung penafsiran mereka.

Di sisi lain, Gamal juga mengkritik apa yang dilakukan oleh para penafsir kontemporer—tersebut nama; Muhammad Arkoun dan Nashr Hamid Abu Zaid—karena mereka memposisikan al-Qur`an seperti teks-teks lainnya yang bukan bersumber dari Allah. Karena sangat dipengaruhi oleh perangkat ilmu yang didapat dari Barat, para penafsir kontemporer itu telah menjauhkan al-Qur`an dari Allah. Dan ini memang ciri paradigma barat.

Jadi, ada dua gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam buku ini: memposisikan al-Qur`an sebagai teks Allah dan menjadikan al-Qur`an sebagai sumber revolusi sosial (tatswî-ru al-Qur`an) sebagaimana al-Qur`an berfungsi sejak awal diturunkannya.


Rahasia Pilihan Kata Dalam al-Qur`an
ISBN : 979-3715-29-4
Ukuran : 13,5 x 20,5 cm
Jenis : Soft Cover
Cetakan : ke-1
Kategori : Tafsir
: Beli

Rahasia Pilihan Kata Dalam al-Qur`an
Sulaiman ath-Tharawanah

"Hai katak: anak dari dua katak. Bersihkan apa-apa yang akan engkau bersihkan, bagian atas engkau di air dan bagian bawah engkau di tanah."

Syair Musailamah di atas bermaksud meniru dan menandingi al-Qur`an. Namun, selain tak bermutu, syair itu pun tak jelas maksud dan tujuannya.

Berbeda dengan al-Qur`an yang setiap katanya dipilih secara cermat dan membawa pesan-pesan tersendiri yang sering sekali menakjubkan.

Demikian pula ketika al-Qur`an memilih kata "tâbut" untuk menyebut kotak yang digunakan Ibu Nabi Musa saat membuangnya ke sungai Nil. Dalam mitos bangsa Israel, "tâbut" bermakna "kotak kematian" dan identik dengan "sesuatu yang kelam". Namun, kata itu justru digunakan al-Qur`an untuk membalik keyakinan mereka. Yakni, justru dari kotak itulah akan terbit sebuah kehidupan yang menjanjikan.

Lebih menakjubkan lagi, adalah fakta bahwa al-Qur`an tak pernah menyebut sifat seorang tokoh secara transparan, tetapi justru dengan sebuah deskripsi yang dapat melukiskan sifat itu secara lebih tepat. Saat al-Qur`an melukiskan ketampanan Nabi Yusuf misalnya, tak ada satu pun kata "tampan" dalam kisah itu. Akan tetapi, yang ada adalah sebuah deskripsi bahwa saat melihat Yusuf, para wanita yang diundang Zulaikha menjadi lupa diri dan tak sadar telah mengiris-iris jari mereka sendiri.

Masih penasaran? Bacalah buku ini, maka akan terbentang lebih banyak lagi keajaiban kata-kata al-Qur`an yang tak pernah kita sadari selama ini!


Tafsir Muyassar
ISBN : 978-979-1303-18-7
Ukuran : 15,5 x 24 cm
Jenis : Hard Cover
Cetakan : ke-1
Kategori : Tafsir
: Beli Tafsir 1
: Beli Tafsir 2
: Beli Tafsir 3
: Beli Tafsir 4

Tafsir Muyassar
Jilid 1, 2, 3, dan 4
Dr. `Aidh al-Qani

Melalui tafsir yang disajikan secara ringkas dan sederhana ini, Dr. `Aidh al-Qarni berharap semakin banyak orang yang dapat memahami kandungan al-Qur`an. Dalam kesederhanaannya, tafsir ini memberikan banyak kemudahan bagi pembaca untuk memahami makna dan kandungan setiap ayat, hubungan antarayat, hukum-hukum syariat yang tersurat mauopun yang tersirat dari setiap ayat, dan juga isyarat serta hikmah dari turunnya sebuah ayat atau sebuah surah.

Banyak hal rumit yang ditemui dalam kitab-kitab tafsir lain sengaja dihindari oleh penulis. Misalnya, penulis tidak menguraikan sebuah ayat dari aspek bahasanya—pilihan kata dan masalah tatabahasa (nahwu-sharaf)nya—hal ihwal satranya, maupun persoalan makna ayat-ayat mutasyâbih yang acap menjadi bahan perbedaan pendapat di kalangan ulama tafsir. Penulis juga menghindari cerita-cerita isra`iliyat, riwayat-riwayat yang lemah, dan berbagaimriwayat yang masih diperselisihkan keotentikannya. Singkatnya, penulis langsung menuju kepada pokok persoalan dan mencoba memberikan kesimpulan secara jelas.

Kelebihan itulah yang akhirnya membuat tafsir ini terus cetak ulang, laris di pasaran, dan mulai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Tercata, edisi bahasa Aranya sampai saat ini sudah terjual lebih dari 500.000 eksemplar.

Dr. `Aidh al-Qarni Lahir pada tahun 1379 H. Dikenal sebagai ulama yang tidak hany aktif berdakwah, tetapi juga produktif menulis. Salah satu bukunya yang fenomenal dan menjadi buku yang sangat berpengaruh pada abad ini adalah buku Lâ Tahzan, Jangan Bersedih!

Selain hafal al-Qur`an kitab hadis Bulûgh al-Maram, 5000 hadis lain, dan lebih dari 10.000 bait syair Arab kunohingga modern, beliau juga mendalami kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer seperti tafsir Ibnu Katsir, ath-Thabari, al-Qurthubi, Zâdu al-Masîr, al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari, dan juga tafsir Fî Zhilâl al-Qur`ân karyua Sayyid Quthb.

Kini, ulama yang telah menjalani dakwah Islam lebih dari seperempat abad abad ini masih mengajar pengajian hadis Mukhtashar al-Bukhari, Mukhtashar Muslim, al-Muntakhab, al-Lu`lu` wa al-Marjan dan juga mengajarkan ilmu akidah, sirah, fikih dalam pengajian-pengajiannya di berbagai tempat.


 
   
 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
Kembali ke atas